Menyikapi Kesalahan

Manusia adalah tempatnya khilaf dan dosa, ini mengartikan bahwa setiap manusia itu tak ada yang sempurna. Tapi ini bukan alasan untuk kita buat membiarkan diri kita terus terpuruk dalam kesalahan. Manusia memang tidak sempurna tapi manusia mempunyai akal dan hak untuk berubah ke arah yang lebih baik selama kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. 

Kita harus bijak dalam menyikapi kesalahan, entah itu kesalahan diri sendiri atau kesalahan yang dibuat oleh orang lain. Saat kita berbuat salah maka kita harus segera bangun dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut, kita punya hak untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Segeralah renungkan kesalahan kita, pikirkan apa yang  harus kita lakukan, dan berubahlah menjadi sosok yang lebih baik dari kesalahan tersebut. 

Lalu bagaimana menyikapi jika ada orang yang berbuat salah? manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian. Kita harus saling mengingatkan saat terjadi suatu kesalahan, jangan membiarkan kesalahan tersebut terus terjadi. Kewajiban kita adalah memberi kesempatan kepada orang tersebut untuk memperbaiki kesalahannya, itu benar benar suatu kewajiban. Jangan menjadi manusia yang sombong dengan tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki kesalahan . Berkacalah, diri kita pun bisa saja melakukan kesalahan tersebut tanpa kita sadari. 

Jangan sesekali berkata “Kenapa setelah ada masalah baru berubah? Telat !” jika Anda sebelumnya belum pernah mengingatkan kesalahan dia. Lalu coba fikirkan dan renungkan apa Anda adil bertindak seperti itu? manusia tidak punya kekuatan untuk memutar waktu, apakah anda bisa kembali ke masa lalu walaupun 1 detik yang lalu? manusia mana yang tidak pernah mendapatkan masalah dari lahir sampai akhir hidupnya? Bahkan Nabi pun diberi cobaan. Setelah Anda sadar bahwa manusia tidak bisa memutar waktu dan tidak ada yang sempurna maka fikirkan Lebih baik telat atau tidak sama sekali?. Berikanlah kesempatan, lihat usaha apa yang dia lakukan setelah itu.

Kesimpulannya, kita sebagai manusia harus saling mengingatkan satu sama lain utnuk meminimalisir penyesalan di masa yang akan datang. Pupuklah kedewasaan Anda dalam segala bidang termasuk saat menghadapi kesalahan, karena Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan. Sampai Anda mati pun Anda tidak akan menjadi dewasa jika tidak memilih kedewasaan tersebut. 

Terimakasih,
-Acim Teduh-

Terimakasih yaah udah dateng ke blog gue.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s