Anak SMA dan Sederajat

Hari Senin pukul 8 pagi, itu adalah jam yang sangat telat untuk instansi manapun, entah itu sekolah atau perusahaan. Ya, gue kesiangan berangkat kerja, gara-gara semalemnya gue sibuk ngepet depan komputer. Hampir setiap hari Senin gue kesiangan berangkat ke Jakarta entah itu karna ngepet atau nonton bola.

Dan ada pemandangan menarik disetiap gue kesiangan itu, diperjalanan dari rumah menuju terminal bis yang begitu jauh gue selalu melihat sosok-sosok putih abu-abu masih nongkrong dipinggir jalan, padahal udah jam 8 coy. Terlintas sejuta pertanyaan dipikiran gue, itu anak sekolah apa kuli bangunan pake seragam putih-abu? Sekolahnya dimana? Ngapain jam segini masih nongkrong dijalan? Orang tua nya gimana ya? Tas nya mana, ko pake sweater doang, pake tas kecil banget, apa gak bawa buku?

Menurut lo keren?

– Waktunya duduk di kelas untuk menimba ilmu malah nongkrong dijalan? Gue gak heran kalau saat mereka dewasa nanti mereka tidak memiliki keahlian dan kembali duduk dijalanan sambil mengulurkan tangan berharap sepeser uang dari orang lain.

– Uang yang seharusnya untuk sekolah/SPP malah dipake buat beli rokok atau mabuk-mabukan? Jangan heran saat mereka dianugrahi kecerdasan maka akan menjadi seorang koruptor karna sudah terlatih menyalahgunakan uang sejak muda.

– Nongkrong dijalan lalu tawuran dengan sekolah lain? Untuk apa?, Gue sama sekali gak heran kalau masa depan mereka hanya menjadi sampah masyarakat, pembuat onar, dalang kerusuhan. Apakah akal sehat mereka udah ilang? Mereka ini manusia atau hewan ganas dihutan sih?

– Pakai baju dekil, celana pensil, sweater gak karuan, topi “gaul”, rambut kaya hordeng (90% semua model rambutnya sama), semuanya nampak di design untuk mempertunjukan diri bahwa mereka adalah “jagoan” alias preman. Gue gak aneh kalau suatu saat mereka sulit nyari kerjaan, ujung-ujungnya kemungkinan besar jadi preman pasar atau copet lalu mati konyol digebukin warga.

– Melakukan seks bebas? Gue gak heran kalau pelacuran semakin meningkat, dari muda nya aja udah terbiasa.

Itulah potret penerus pemimpin bangsa ini, sebenernya gue bosen denger kata-kata itu, tapi ya emang miris banget sih ngeliat faktanya.

Renungin deh kawan, gue sih ngerasa miris banget kalau tiap berangkat kerja liat anak sekolah jam segitu masih nongkrong di pinggir jalan, kenapa gak di WC aja, atau di Lembaga Permasyarakatan syukur-syukur akhlaknya bisa kerubah kalau nongkrong disitu.

Terimakasih yaah udah dateng ke blog gue.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s