Secuil Cerita Dari Kendari Part I


Sekitar awal bulan Juli lalu gue dapet tugas dinas untuk mengunjungi klien yang berada di Kota Kendari, perasaan gak seneng dan juga gak sedih, intinya biasa aja. Tapi satu hal yang pasti adalah Kota Kendari adalah kota yang belum pernah gue kunjungi dan gue penasaran suasana disana seperti apa.

Oke mari kita mulai dari proses keberangkatan gue. Gue ke Kendari dengan cara numpang se-ekor elang besi bernama Lion Air (Katanya Elang tapi ko Lion), ya mungkin kita sebut Singa terbang ya. Gue berangkat dari Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 6 pagi, saat itu suasananya hujan deras, rasanya pengen tidur diruang tunggu, maklum ngantuk karna gak biasa bangun pagi ditambah suasana hujan itu paduan mantap untuk tidur lelap. Setelah naik pesawat dan melihat-lihat secuil Indonesia dan gue shock banget dengan guncangan guncangan yang terjadi selama mengudara, guncangan tersebut disebabkan oleh cuaca buruk. Gue berkali kali ngambil kartu doa agama Islam yang terletak didepan tempat duduk gue, dan membacanya sambil gemetar. Baru kali ini naik pesawat suasananya se-horor ini.

Setelah beberapa jam duduk manis akhirnya sang supir elang mengumumkan bahwa beberapa saat lagi akan mendarat di Kota Kendari tepatnya di Bandar Udara Haluoleo, yaps itu adalah nama bandara yang sulit gue sebutin sampe sekarang. Dan amsyong, ternyata saat hendak mendaratpun cuaca Kota Kendari masih hujan. Bandara yang kecil dan cuaca yang tidak mendukung semakin membuat persendian gue gemetar, sumpah serem banget suasananya. Gue jadi inget berita berita di TV tentang kecelakaan pesawat, terutama yang tergelincir saat mendarat. Dan saat roda pesawat mulai menyentuh lintasan landas maka guncangan pun terjadi begitu kencang, sebenernya ini hal yang biasa, yang bikin gue takut adalah air hujannya, gue takut pesawatnya keseleo. Gue langsung refleks ngambil kartu doa yang ada didepan bangku gue dan segera membacanya, saking paniknya gue ambil semua kartu doa dan gue baca semua, artinya gue baca doa dari 5 agama berbeda! Maaf lagi panik.